Kamis, 06 Oktober 2011

Sejarah Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi




Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi

Masjid Agung Al-Barkah kota Bekasi merupakan salah satu masjid tua di Indonesia. Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama ketika kota Bekasi menjadi tuan rumah MTQ Jawa Barat 1998, lalu direnovasi lagi pada 2002. Sampai kemudian menjadi bentuknya yang semegah dan semewah sekarang ini setelah melalui renovasi total tahun 2004-2008<span class="fullpost"> 



Lokasi Masid Agung A-Barkah, Kota Bekasi
Masjid Agung A-Barkah kota Bekasi berada di Jalan Veteran, Kawasan Alun alun, Pusat pemerintahan kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Lokasi masjid ini berseberangan dengan Rumah Sakit Daerah kota Bekasi.</span>

Blog rintisan Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi :http://albarkah46.blogspot.com


Sejarah Masjid Agung Al-Barkah Bekasi

Masjid Agung Al-Barkah kota Bekasi, dibangun tahun 1890 dipelopori oleh Penghulu Lanraad (Alm) H. Abdul Hamid, diatas tanah wakaf dari (Alm). Haji Barun, seluas 3000 m2. yang terletak di jalan Veteran. Bangunan yang belum mencirikan bangunan sebuah masjid pada umumnya.

Tahun 1967 bangunannya direhab menjadi bentuk masjid oleh Bupati BekasiSubandi (ketika itu kota Bekasi masih menjadi bagian dari Kabupaten Bekasi).Subandi yang merupakan bupati Bekasi pertama asal Kampung GabusKabupaten Bekasi itu, melibatkan setiap jiwa warga Kabupaten Bekasi turut berpartisipasi menyumbang pembangunan masjid ini sebesar Rp 1.

Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi dari sisi selatan
Dalam kemajuan yang terjadi di Bekasi, oleh Bupati Bekasi H Abdul Fatah, pada 1985 kembali dilakukan pembangunan. Bangunannya pada bagian depan masih menggunakan awning berwarna-warni yang saat itu sangat banyak diminati masyarakat dalam setiap melaksanakan pembangunan. Dan saat itu pulalah masjid ini ditetapkan menjadi Masjid Agung Al Barkah Kabupaten Bekasi.

Dengan ditetapkan sebagai Masjid Agung, Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi mulai campur tangan dalam pembangunannya. Pembangunan di tahun 1985 menghabiskan biaya Rp 225 juta. Pada 1997 Pemerintah Kabupaten Bekasi saat bupatinya dijabat Muh Djamhari kembali melakukan pembangunan dengan tambahan biaya Rp 100 juta.

Perkembangan masjid Agung Al-Barkah. Foto paling kiri adalah masjid agung
Al-Barkah Bekasi saat baru memiliki 2 menara, foto tengah ketika menara ke tiga &
ke empat dalam tahap penyelesaian, sedangkan foto paling kanan adalah Masjid -
Agung Al-Barkah saat ini lengkap dengan 4 menara nya.
Pada saat kota Bekasi terbentuk tahun 1997 dan terpisah dari Kabupaten Bekasi di zaman wali kota dijabat H Achmad Zurfaih yang merupakan putra asli Bekasi, perhatian pemerintah daerah semakin besar dalam membangun masjid yang kini menjadi kebanggaan kota Bekasi. Mulai tahun 2004 hingga 2008, pembangunan besar-besaran pun dilakukan.

Persiapan pembangunan masjid Agung Al-Barkahkota Bekasi ini mulai dilakukan tahun 2003 dengan penataan ulang tata ruang alun alun, jalan dan fasilitas lain yang ada. Masjid dirancang lebih modern, namun tetap mencirikan arsitektur timur tengah. Ada keinginan dari walikota saat itu untuk menghadirkan sebuah masjid agung yang referesentatif dan menjadi ikon kota Bekasi. Masjid yang juga dapat dimanfaatkan sebagai area publik, dimana orang bisa ibadah dan menikmati pesona taman kota.

Logo Ukuran besar dipasang di fasad depan
Masjid Agung Al-Barkah Bekasi
Peletakan batu pertama renovasi total Masjid Agung Al-Barkah kota Bekasidilakukan oleh Walikota Bekasi  H. Ahmad Zulfaih, pada hari Sabtu 26 Juni tahun 2004, disaksikan oleh sekitar 1000 jemaah bersama para ulama dan tokoh masyarakat Bekasi. Masjid yang semual berada di atas lahan wakaf seluas 3.000 meter kemudian diperlebar dengan bangunan tambahan seluas 7000 meter persegi.

Dalam renovasi terahir tersebut menghabiskan dana sekitar Rp22.860.660.000. Dana yang bersumber APBD kota Bekasi 2004, 2005 dan 2006, APBD Provinsi Jabar 2005, 2006 dan dari sumber sumber lain termasuk dari sumbangan jemaah dan tokoh tokoh masyarakat termasuk sumbangan dariSutiyoso (ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta) ketika berkunjung ke masjid ini pada Hari ulang Tahun kota Bekasi ke-9.

Salah satu Menara masjid Agung Al-Barkah.
Puncak menara ini tidak dilengkapi dengan
Bulan bintang ataupun Lafazd Allah. Namun
rancangannya cukup futuristik.
Aktivitas Masjid Agung Al-Barkah Bekasi

Pada masa Ramadhan, kegiatan di masjid tersebut seakan tidak terhenti. Kegiatan dilakukan mulai dari shalat subuh yang dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit (kultum) yang diisi dengan ceramah-ceramah. Pada sore hari menjelang berbuka puasa, DKM setiap harinya menyelenggarakan buka puasa bersama yang dihadiri sekitar 200 orang. Pelaksanaan tarawih pun dihadiri sekitar 1.000 jemaah. 

Berbagai kegiatan keagamaan lainnya dan tiga hari menjelang Idul Fitri, DKM Al-Barkah kota Bekasi memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum duafa yang bersumber dari zakat mal.

Detil Kubah Masjid Agung Al-Barkah, Bekasi.
Pemeliharaan Masjid

Pemeliharaan masjid ini, setiap hari melibatkan 19 karyawan mulai dari pengurus taman hingga petugas kebersihan. Cukup besar biaya operasional yang harus disiapkan termasuk gaji para karyawannya. Tak kurang dari Rp 15 juta setiap bulan, biaya operasional termasuk gaji para karyawan yang menjadi tanggung jawab DKM. Untuk membayar listrik rata-rata satu bulan Rp 7 jutaan. Belum termasuk penggunaan air PAM.

Arsitektur Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi

Arsitektur masjid mengadaptasi masjid masjid timur tengah yang disublimasi dengan unsur tropis. Masjid di timur tengah tidak mengenal teras atau kanopi, karena iklim Indonesia tropis, masjid membutuhkan kantilever dan kanopi agar air hujan tidak tempias ke dalam masjid makanya kemudian masjid ini dilengkapi dengan teras. 

Interior Masjid Agung Al-Barkah Bekasi dilihat dari
lantai dua masjid.
Delapan daun pintu dari kayu jati berukir kaligrafi mencerminkan 8 pintu menuju surga. Daun pintu tersebut terbuat dari kayu jati yang dipesan langsung dari Jepara, Panitia pembangunan Masjid bahkan datang langsung ke Jepara untuk memilih kayu yang benar benar bagus dari pohon yang sudah berusia di atas 90 tahun. Kubah masjid memiliki diameter 18 meter dan dibawahnya bertuliskan 99 nama Allah (Asmu’ul Husna). 

Tiang tiang masjid dilapisi kayu untuk memberi kesan hangat. Ini diadopsi dari Masjid Agung Demak  yang dibuat dari kayu. Juga terdapat elemen floral dan ornamen Islam seperti bintang atau bentuk segi delapan yang umum banyak dipakai pada bangunan masjid. Masjid Agung Al-Barkah kota Bekasidilengkapi tempat Thaharah, gedung pertemuan dan tempat majelis taklim, perpustakaan, kantor ta’mir dan kantor remaja masjid, taman, plaza dan area Parkir.

Detil ornamen dibawah kubah
Konsep rancangan arsitektur Masjid Agung Al Barkah kota Bekasi dilandasi esensi dan referensi Al-Qur’an, Sunnah Nabi dan seni Islam. Masjid dilengkapi dengan dua kubah, kubah besar dan kubah kecil dengan 4 menara. Ornamen Islam pada kerrawang, selain elemen dekorasi juga untuk perputaran sirkulasi udara. Untuk mencirikan kota Bekasi diambil unsur hijau daun untuk warna sentuhan ahir di beberapa dekorasi.

Simbolisasi Islam

Arsitektur masjid tidak lepas dari simbolisasi Islam, setiap detil bangunan memiliki arti. Simbolisasi islam bisa kita jumpai pada 4 buah menara yang memiliki arti 4 tiang ilmu, yakni Bahasa Arab, Syariah, sejarah dan filsafat. Serta syarat hidup bahagia yakni aqidah, ahlak, syariah dan Ibadan. Tiga bagian bentuk dasar bangunan menara mencerminkan iman islam dan ikhsan, sedangkan ketinggian menara 35 meter diambil dari salah satu surat Al-qur’an.

Mimbar dan Mihrab Masjid Agung Al-Barkah.
Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi

Sebagai Masjid Agung Kota Bekasi, dewan kemakmuran masjid Agung Al-Barkah ini melibatkan para petinggi kota bekasi terdiri dari : Walikota & Wakil Walikota Bekasi, Ketua DPRD kota Bekasi, Muspida kota Bekasi, Kakandepag Kota Bekasi dan Ketua MUI Kota Bekasi. selain itu juga dibentuk dewan penasihat terdiri dari : H. Akhmad Zurfan Sos, Drs. H. Tjandra Utama Efendi, MM. Mba, Drs. H. Muhtadi Muchtar, Ir. H. Imron Zubaidy, H. Moh. Nosin Sanusi, Ir. H. Muharram. A. Ketua Umum dijabat oleh Sekretaris Daerah Kota Bekasi, dan Ketua harian : Drs. H. Abdul Hadie MM. Sementara posisi sektertaris dan bendahara dipegang masing masing oleh 3 pengurus, ditambah dengan beberapa ketua bidang yang langsung menangani aktivitas Masjid Agung.

Video Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi


Belum tersedia rekaman video Masjid Agung Al-Barkah kota Bekasi di Youtube, rekaman video Masjid Al-Barkah kota Bekasi di situs indosiar yang sebelum ditautkan ke artikel ini bertajuk Masjid Al-Barkah Bekasi sudah tidak eksis lagi. Silahkan bila ingin berkontribusi untuk menyumbang rekaman video masjid ini.

Foto Foto Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi

Kaca Mozaik menghias fasad depan Masjid Agung Al-Barkah
Paduan warna warni menghias kubah dan menara masjid Agung Al-Barkah
Interior Masjid Agung Al-Barkah, hamparah karpet warna hijau menutup keseluruhan
lantai masjid. dipadu dengan unsur kayu yang menutup tiang tiang masjid.
Lampu yang cukup unik di pasang dibagian atas ruang sholat utama.
Seorang Jemaah khusu' di dalam masjid agung Al-Barkah, Bekasi.
jendela kaca kubah besar Masjid Agung Al-Barkah ini membeirkan penerangan alami
di siang hari

Referensi
http://albarkah46.blogspot.com

2 komentar:

  1. masih kurang ni mana photo2 masjid yg pertama kali dibangun sebagai bukti sejarah masjid al-barkah jangan yg baru doank.....

    BalasHapus
  2. sebelumnya terima kasih atas masukannya...sekarang sudah ane posting permintaannya Sejarah Masjid Agung Al barkah Kota Bekasi.di kunjunjungi ja gan sekarang...

    BalasHapus

JASA COMPANY WEBSITE

Berikut adalah Link Website yang pernah kami buat : Mutiara Forklift Service Forklift Jasa Design Company Profile